Sosok Gusdur di Mata Dunia

Jumat, 02 Januari 2015

Sikap humoris almarhum Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak hanya dikenal di dalam negeri. Banyak tokoh dunia memuji Gus Dur sebagai pemimpin dan ulama yang memiliki selera humor tinggi.
 
Bahkan, humor Gus Dur pun dikaji oleh para peneliti di Barat. Menteri Senior  Singapura Goh Chok Tong yang pernah bekerja sama dengan Gus Dur, menyatakan  Gus Dur sebagai seseorang yang cerdas dan memiliki rasa humor yang tinggi. Dia juga mengakui Gus Dur sebagai salah satu tokoh yang mengantarkan proses  demokrasi di Indonesia.
 
Tokoh Malaysia lainnya, Mahathir Mohamad juga mengatakan Gus Dur merupakan orang yang memiliki kepribadian humoris. “Dia selalu memiliki cerita lucu yang diceritakan kepada kita, meski kita sedang diskusi mengenai permasalahan serius,” ujarnya.
 
Salah satu guyonan Gus Dur yang terkenal saat almarhum berkunjung ke Amerika Serikat (AS) November 1999. Ketika itu, Gus Dur menceritakan lelucon saat bertemu dengan Presiden AS Bill Clinton di Gedung Oval, Kompleks Gedung Putih, tempat di mana Clinton berselingkuh dengan Monica Lewinsky.
 
Hanya saja, guyonan, lawakkan, anekdot, dan beragam selorohan mewarnai komentar, ungkapan, ceramah bahkan pidato sekalipun, agak sulit dibedakan antara keseriusan dan guyonan Gus Dur. Namun, satu hal yang bisa dipetik, setiap cerita lucu Gus Dur selalu menyimpan makna dan misteri yang kadang sulit diterka.
 
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Arndt Graf dari International Institute for Asian Studies (IIAS) Belanda mengenai “Humor dalam Politik Indonesia; Studi Kasus Marketing Politik Gus Dur” menyebutkan bahwa Gus Dur memang menggambarkan dirinya sebagai orang yang humoris.
 
Menurut Graf, humor-humor Gus Dur bukan hanya sambil lalu saja, melainkan banyak dicetak dan diperbanyak oleh penerbit buku dan ditampilkan di mediamedia. Humor-humor yang disampaikan Gus Dur lebih bersifat retorik. Tentunya bertujuan sebagai pengantar, menjembatani kesenjangan sosial dengan orang lain, dan untuk mencairkan suasana.
 
“Gus Dur juga ingin merebut simpati publik melalui humor,” paparnya. Dalam penelitian Graf, budaya humor Gus Dur tidak lepas dari budaya wayang kulit yang memiliki tokoh bernama Semar. Semar bersama dengan punakawan sering melancarkan guyonan penuh makna dalam setiap pertunjukan. Bahkan, Graf pun sedikit menyinggung bahwa sosok Gus Dur sering diibaratkan dengan Semar.
 
Sementara itu, Mark Woodward, seorang peneliti dalam penelitian bertajuk “Eulogy for Abdurrahman Wahid (Gus Dur)” memuji kecerdasan Gus Dur dalam mengolah lelucon dan anekdotnya. “Adanya kombinasi antara tradisi dan modernitas menjadikan Gus Dur memiliki latar belakang sosial dengan dunia intelektual yang kaya,” ujarnya.
 
Gus Dur mampu berbicara mengenai pemikiran modern dengan bahasa asing dan memahami mendalam cerita klasik wayang dan sajak-sajak Arab. “Dia orang yang tidak dapat diprediksi,” paparnya. Bahkan, ada lelucon umum dikenal oleh orang Indonesia mengenai Gus Dur. Menurut Woodward, lelucon itu adalah “Ada dua hal yang tidak mungkin diketahui”
 
Humor bagi Gus Dur adalah vitamin yang menyehatkan. Kata Moh. Mahfud M.D., menteri pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid, kini Ketua Mahkamah Konstitusi.
 
“Gus Dur adalah guru bangsa, bapak bangsa, dan negarawan yang terhormat,” puji SBY.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar