Dana Penghasilan Palestina di- Bekukan Israel

Kamis, 08 Januari 2015

Pemerintah Israel melakukan segala cara untuk mencegah Palestina membawa kasus kejahatan perang mereka ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC).
 
Sabtu (3/1) mereka memutuskan membekukan dana penghasilan pajak bulanan milik pemerintah Palestina. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai USD 127 juta atau setara dengan Rp 1,6 triliun. Keputusan itu diambil setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas menandatangani Statuta Roma untuk bergabung dengan ICC.

"Dana (pendapatan pajak Palestina, Red) untuk Desember tersebut seharusnya dicairkan Jumat, tapi diputuskan untuk menunda pencairan sebagai respons atas langkah Palestina (mengajukan diri masuk ICC)," tulis harian Haaretz.

Transfer penghasilan pajak itu berdasar perjanjian ekonomi antara Israel dan Palestina yang ditandatangani pada 1994. Israel harus mentransfer dana ke Palestina setiap bulan.
Dana itu berasal dari pajak yang dikenakan untuk barang-barang dengan tujuan Palestina yang melewati pelabuhan Israel. Dana yang tengah dibekukan tersebut setara dengan dua per tiga dari anggaran belanja pemerintah Palestina.

Itu bukan kali pertama Israel membekukan uang milik Palestina. Pada 2012, mereka melakukan hal serupa selama tiga bulan. Saat itu Israel berang karena Palestina melancarkan kampanye untuk masuk sebagai anggota pengawas PBB nonnegara.

Charlie Hebdo ?

Charlie Hebdo diluncurkan oleh sekelompok “non-kompromis” yang sebelumnya menjadikan bulanan sebagai Hara Kiri (baca: “bodoh dan jahat”).

Charlie Hebdo awalnya menampilkan kartun, laporan, polemik dan lelucon. Jauh sebelum munculnya kebenaran politik, Hebdo juga memiliki kecenderungan mesum: majalah ini sangat suka menampilkan wanita telanjang dan lelucon seksis.

Pada bulan November 1970, setelah kematian Charles de Gaulle di Colombey, Charlie Hebdo menghasilkan satu edisi yang menjijikkan dan disebut sebagai sampul depan paling lucu dalam sejarah pers Prancis. Judul majalah mingguan itu: “Bola Tragis di Colombey, Satu Mati”.

Charlie Hebdo memiliki tim penulis dan kartunis yang jenaka. Mereka tidak tabu untuk mengerjakan apapun. Mereka sangat menyukai untuk menyiksa orang-orang kaya terkenal, pendeta, militer dan politisi. Dalam iklim perjuangan Prancis kelas di tahun 1970-an, Charlie Hebdo menawarkan generasi anak-anak. Pada tahun 1981, “Charlie” terhenti publikasinya, karena menurunnya pembaca mereka. Ketika diluncurkan kembali pada tahun 1992, dunia telah berubah secara dramatis.

Ada Philippe Val, direktur baru, seorang stand-up comedian sayap kiri pada 1980-an. Val mengubah gaya publikasi. Dia tidak ragu-ragu untuk memecat anggota staf yang menentang pandangannya dan sering digambarkan sebagai “diktator”. Di bawah kepemimpinannya, sikap editorial Charlie Hebdo menjadi kacau.

Val adalah seorang pendukung setia peraturan tahun 2004 yang melarang jilbab di sekolah-sekolah negeri dan “Charlie” menjadi lebih anti-Islam alih-alih anti-klerikal. Pada tahun 2009,  oleh Nicolas Sarkozy, Val diangkat sebagai direktur Prancis Inter, sebuah stasiun radio publik.

Sejak matinya Val, Charlie Hebdo telah mencoba untuk merebut kembali rasa hormat yang sudah hilang. Direktur baru mereka, Stéphane Charbonnier, yang dikenal sebagai Charb, ingin mereposisi jalur editorial mingguan ini dengan tegas di sebelah kiri.

Menurut Charlie Hebdo, tentu saja semua orang harus berhak untuk mengejek Islam dan agama lainnya. Namun, dalam iklim saat ini, bagaimana kartun seperti yang mereka terbitkan berfungsi? Charlie Hebdo tak pelak sedang mengobarkan perang di barisan belakang.

Charlie Hebdo di Serang Orang Tak di-Kenal

Majalah Charlie Hebdo, Prancis, kembali menjadi pemberitaan media internasional setelah terjadinya serangan tiga orang bersenjata ke kantor redaksinya, Rabu (7/1/2015) kemarin.

Serangan itu mengakibatkan tewasnya 12 orang, di antaranya seorang kartunis senior, Stephane Charbonnier, yang telah bekerja sebagai redaktur majalah ini sejak tahun 2012.
Dari beberapa keterangan, diketahui bahwa motivasi serangan bersenjata api yang dilakukan tiga orang itu, adalah balas dendam karena majalah tersebut menghina keyakinan mereka. 

Sementara, L’Agence France-Presse (AFP), melaporkan bahwa para pelaku berteriak, “Kami telah membalas dendam untuk Rasulullah.” Sebuah rekaman video amatir yang diambil dari atas gedung terdengar teriakan “Allahu Akbar.. Allah Akbar” di antara letusan senjata api.

Pada tahun 2011, media-media di Eropa menyebut istilah Syariah Pekanan (Charia Hebdo). Saat itu, Majalah Charlie Hebdo menyebabkan kemarahan luas umat Islam di Prancis dan juga di beberapa negara Islam, setelah publikasi gambar kartun yang menghina Rasulullah saw.

10 Cara mengendalikan Hawa Nafsu

Sabtu, 03 Januari 2015

Bagi seseorang muslim yang menyadari hakikat kehidupannya, akan senantiasa menjaga hati dari tipuan hawa nafsu yang menjerumuskan. Nafsu adalah kecenderungan tabiat yang dirasa cocok. Kecenderungan ini merupakan suatu bentuk ciptaan Allah yang ada dalam diri manusia, sebagai urgensi keberlangsungan hidupnya. Karenanyalah manusia memiliki keinginan untuk makan, minum, dan menikah.
 

Nafsu dapat mendorong kepada sesuatu yang dikehendakinya. Ia akan berada pada jalur yang benar manakala dikendalikan . Namun sebaliknya, ia akan menghancurkan manusia jika nafsu yang mengendalikannya. Celaan terhadap nafsu dating ketika berlebih-lebihan dalam dua sikap ini, yakni yang melebihi sikap mendatangkan manfaat dan menolak mudhorot. Orang yang menuruti nafsu, syahwat dan rasa benci biasanya tidak konsisten pada batasa yang bermanfaat baginy, jarang ada orang yang bisa bersikap adil dengannya.
Allah tidak pernah menyebutkan nafsu di dalam kitabNya melaikan mencelanya. 

Al Battani ( Albatenius )

Al Battani (sekitar 858-929) juga dikenal sebagai Albatenius adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani nama lengkap: Abū Abdullāh Muhammad ibn Jābir ibn Sinān ar-Raqqī al-Harrani as-Sabi al-Battānī), lahir di Harran dekat Urfa.

Kumpulan Qasidah Nurul Musthofa

Buat yang ingin download Qasidah dari Nurul Musthofa .



Web Rujukkan untuk mendownload Qasidah, Link: IMDDADULMUSTHOFA
Mudah-mudahan bermanfaat

Sosok Gusdur di Mata Dunia

Jumat, 02 Januari 2015

Sikap humoris almarhum Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak hanya dikenal di dalam negeri. Banyak tokoh dunia memuji Gus Dur sebagai pemimpin dan ulama yang memiliki selera humor tinggi.
 
Bahkan, humor Gus Dur pun dikaji oleh para peneliti di Barat. Menteri Senior  Singapura Goh Chok Tong yang pernah bekerja sama dengan Gus Dur, menyatakan  Gus Dur sebagai seseorang yang cerdas dan memiliki rasa humor yang tinggi. Dia juga mengakui Gus Dur sebagai salah satu tokoh yang mengantarkan proses  demokrasi di Indonesia.

Sejarah Marawis


Kesenian marawis ini telah berusia kurang lebih 400 tahun yang semula berasal dari kawasan Kuwait, mula2 alat ini hanya terdiri dari 2 jenis alat permainan saja yaitu hajir dan marawis dengan ukuran yang tidak seperti saat ini kita lihat, melainkan semacam sebuah rebana dengan berukuran cukup besar yang kedua sisinya dilapisi oleh kulit binatang.

Maulid Nabi Muhammad SAW 1436H

Buat Kamu yang besok tidak ada acara, bisa ke-sini !
Hadirilah ! 

"Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1436H"
Silang MONAS, Sabtu, 3 Januari 2015 ( 07.00 WIB )

"Tiadalah apa yang dibawa oleh Sang Nabi SAW, terkecuali kasih sayang & akhlak yang mulia" -Habib Munzir Al- Musawa




"Budayakan Tertib ber-lalu lintas"

Bahaya Pajang Photo di Sosmed




Maraknya tren menggunggah foto anak di media sosial, termasuk Facebook dan Instagram, ternyata menyimpan bahaya tersendiri. Yang lebih membahayakan, terkadang foto tersebut dibarengi informasi mendetail yang bisa disalahgunakan.

Bila sebagian orangtua merasa bangga akan anaknya, dan salah satu caranya adalah berbagi momen bahagia dengan teman dan keluarga di media sosial. Sebagian lainnya, justru khawatir akan komplikasi yang ditimbulkan.