Charlie Hebdo diluncurkan oleh sekelompok “non-kompromis” yang
sebelumnya menjadikan bulanan sebagai Hara Kiri (baca: “bodoh dan
jahat”).
Charlie Hebdo awalnya menampilkan kartun, laporan, polemik dan
lelucon. Jauh sebelum munculnya kebenaran politik, Hebdo juga memiliki
kecenderungan mesum: majalah ini sangat suka menampilkan wanita
telanjang dan lelucon seksis.
Pada bulan November 1970, setelah kematian Charles de Gaulle di
Colombey, Charlie Hebdo menghasilkan satu edisi yang menjijikkan dan
disebut sebagai sampul depan paling lucu dalam sejarah pers Prancis.
Judul majalah mingguan itu: “Bola Tragis di Colombey, Satu Mati”.
Charlie Hebdo memiliki tim penulis dan kartunis yang jenaka. Mereka
tidak tabu untuk mengerjakan apapun. Mereka sangat menyukai untuk
menyiksa orang-orang kaya terkenal, pendeta, militer dan politisi. Dalam
iklim perjuangan Prancis kelas di tahun 1970-an, Charlie Hebdo
menawarkan generasi anak-anak. Pada tahun 1981, “Charlie” terhenti
publikasinya, karena menurunnya pembaca mereka. Ketika diluncurkan
kembali pada tahun 1992, dunia telah berubah secara dramatis.
Ada Philippe Val, direktur baru, seorang stand-up comedian sayap kiri
pada 1980-an. Val mengubah gaya publikasi. Dia tidak ragu-ragu untuk
memecat anggota staf yang menentang pandangannya dan sering digambarkan
sebagai “diktator”. Di bawah kepemimpinannya, sikap editorial Charlie
Hebdo menjadi kacau.
Val adalah seorang pendukung setia peraturan tahun 2004 yang melarang
jilbab di sekolah-sekolah negeri dan “Charlie” menjadi lebih anti-Islam
alih-alih anti-klerikal. Pada tahun 2009, oleh Nicolas Sarkozy, Val
diangkat sebagai direktur Prancis Inter, sebuah stasiun radio publik.
Sejak matinya Val, Charlie Hebdo telah mencoba untuk merebut kembali
rasa hormat yang sudah hilang. Direktur baru mereka, Stéphane
Charbonnier, yang dikenal sebagai Charb, ingin mereposisi jalur
editorial mingguan ini dengan tegas di sebelah kiri.
Menurut Charlie Hebdo, tentu saja semua orang harus berhak untuk
mengejek Islam dan agama lainnya. Namun, dalam iklim saat ini, bagaimana
kartun seperti yang mereka terbitkan berfungsi? Charlie Hebdo tak pelak
sedang mengobarkan perang di barisan belakang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar